Indonesia online community Forum Bisa buat website belanja online Gratis
sekaligus dengan promosi product usaha anda
online disini. Ayo Daftar

www.belanjaonline.com
Debang properti
Perumahan Debang Flamboyan asri di Tanjung sari
Harga Murah cicilan kecil

http://www.arthadebang.com
Web Jualan dan beriklan
Bisa upload photo banyak
Ngapain bayar iklan di detik atau
iklanbaris kalau ada gratis !!!

Belanjaonline.com/iklan

Go Back   Indonesia online community Forum > BATAK COMMUNITY > ROHANI

ROHANI Bukan tempat berdebat !! Sharing mengenai Kesaksian,Renungan harian,Konseling,berita,lirik lagu rohani

Reply
 
Thread Tools
Old 11-21-2007, 04:46 PM   #1
reva_gratia
IC-Pendatang baru
NewBie
 
reva_gratia's Avatar
 
Join Date: Sep 2007
Location: jakarta timur
Posts: 23
Rep Power: 0 reva_gratia is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to reva_gratia
Default " Suatu saat dalam Taxi "

Selamat Membaca
"Jika kita melakukan sesuatu, lakukanlah semuanya seperti kita melakukan
untuk Tuhan".

Hari-hari terakhir pekerjaan kantor sangat melelahkan. Tidak ada waktu
untuk 'memanjakan' diri sendiri. Bahkan saat akan beristirahat pun, segala
masalah dan tugas dalam pekerjaan selalu menghantui pikiran. Terus terang
saya sudah malas dengan segala keinginan boss-ku. Nyaris setiap hari aku
pulang larut malam. Pergi pagi pulang malam. Dari Senin sampai Sabtu. Dan
segala pekerjaanku tidak pernah di hargai olehnya. Jadi aku pikir "masa
bodoh dengan segala pekerjaan kantor. Aku sudah cape.

Terserah deh, nanti jadinya apa. Gua kaga peduli". Jadi Sabtu kemarin aku
habis kan waktu dengan tidur seharian. Membaca buku, menonton televisi,
dengar kaset. Laptop yang tegeletak di atas meja tidak aku sentuh sedikit
pun. "Masa bodoh" pikirku.

Sendok suapan terakhir telah masuk ke dalam perut. Wah, kenyang juga.
Kubenahi segala dokumen
yang di butuhkan dan segera keluar kantor mencari taxi. Sudah 5 menit aku
menunggu, akhirnya taxi yang kutunggu datang juga.
"Daerah kota pak" Seruku pada supir taxi.
"Kotanya di mana pak?", dia menimpali.
"Wah, namanya apa yah?" aku sendiri tidak begitu ingat. "Nanti saya
tunjukkan jalannya kalau sudah sampai di sana"
"Baik Pak". Suasana hening.
Tidak beberapa lama pak supir berkata, "Tadi orang yang pakai taxi ini
sebelum Bapak, naik dari Taman Anggrek".
Dekat amat pikirku. Kantorku ada di daerah Citraland.
"Kok mau sih pak?" ucapku.
"Wah tidak baik menolak rejeki. Kalau Tuhan sudah kasih berkat, masa kita
tolak", ujarnya dengan logat batak yang masih terasa. "Kalo supir lain sih
pasti nolak. Kalau saya, ngak masalah, dekat atau jauh toh berkat dari
Tuhan."
"Wah, berfilsafat dia.", pikirku.
"Tapi sebenarnya untung juga sih kalau nariknya deket. Tadi saja saya di
kasih uang 10.000. padahal argonya ngak sampe 5 rebu. Saya senang juga.
Tapi sebenernya saya ngak tega kalo mesti nolak. Dia kan pasti mau
buru-buru.
Bagaimana rasanya, sesudah duduk, eh malah saya tolak. Sakit hati kan".
"Iya juga yah", pikirku.
Suasana hening kembali.
Kuperhatikan wajahnya dari kaca mobil. Keliahatannya ceria, tidak seperti
sopir-sopir taxi yang lain. Yang rata-rata wajahnya cemberut. "Bapak sudah
lama jadi sopir taxi", Tanyaku memecah keheningan.
"Baru empat tahun Pak."
"Sebelumnya kerja di mana?"
"Dulu saya kerja di perhotelan."
"Kerja di bagian apa Pak?"
"Manager operasional"
Hah ?
Tidak salah dengar ? Manager ? ngak mungkin ah.. "Anak buahnya banyak
pak?", tanyaku sedikit menyelidik.
"Ada sekitar 100 orang". "Terus, koq sekarang malah jadi sopir taxi"
"Wah, panjang ceritanya Pak."
"Oh.", gumanku dan tidak bertanya lebih lanjut, kelihatannya ada kenangan
pahit yang dia alami.
"Biasalah pak korban kena sikut", ujarnya meneruskan,
"Padahal dia teman baik saya. Tidak menyangka dia akan berbuat seperti itu.

Tapi buat saya itu ngak masalah. Saya percaya Tuhan pasti akan tetap
pelihara saya.
Buktinya saya langsung bisa dapat pekerjaan lagi. Walaupun tidak sehebat
seperti dahulu. Yah, sudah cukup lah, untuk kebutuhan sehari-hari".
"Kenapa Bapak tidak mencoba melamar di hotel lain?"
"Nama saya sudah rusak Pak."
"Pasti karena di fitnah oleh teman baiknya itu", pikir ku.
Kuperhatikan lagi wajahnya. Tetap ceria seperti tadi. Tidak nampakterbeban.
"Lebih enak jadi sopir atau kerja seperti dulu Pak?", tanyaku.
"Wah, enak atau enggak tergantung hati kita Pak. Pokoknya kita mesti sadar,
bahwa apa yang kita punya saat ini, Tuhan yang memberi. Mengucap syukur
senantiasa.
Sukacita bukan datang dari luar, tapi dari dalam diri kita. Jadi kalau di
tanya lebih enak mana, dulu atau sekarang, jawabannya yah: dua-duanya. Mau
jadi apa aja ngak masalah, yang penting ada rasa syukur, pasti sukacita itu
datang dengan sendirinya."

Wah, jadi malu aku. Aku yang sejak kecil di didik dalam keluarga percaya,
masih mengeluh kan pekerjaan yang saya terima. Padahal kalau dibandingkan
dengan sopir taxi, pekerjaan saya jauh lebih enak. Dengan penghasilan yang
lebih tinggi tentunya. Tapi, dasar ! Nggak ada ucapan syukurnya. Aku jadi
teringat akan nasehat yang mengatakan "Jika kita melakukan
sesuatu,lakukanlah segala sesuatu seperti kita melakukan untuk Tuhan".

Hmmm, hari ini aku di sadarkan kan oleh seorang supir taxi. Hari ini aku di
kuatkan kembali untuk selalu bersyukur dalam segala hal.
Anak-Ku, Aku tahu bahwa kadang kala begitu menggoda untuk menyerah dalam
kehidupan.Kadang kala sulit menemukan alasan untuk terus berusaha. Apa yang
membuatmu merasa seperti menerima lekalahan? Sekolah? Nilai? Kawan-kawan?
Orang-tua? Uang? Perang? Dengarlah, Aku ingin kamu mempercayai-Ku dalam hal
ini.

Meskipun keadaan hidup tampak kacau dari luar, tetapi jika kamu percaya
kepada-Ku, ada hal-hal yang tak terlihat terjadi di dalam dirimu. Setiap
hari, Aku membuka sesuatu yang baru dan menggairahkan. Masa depanmu akan
lebih mengherankan dari apa pun yang dapat kamu bayangkan. Percayalah
kepada-Ku, tidak akan sia-sia kamu bertahan karena ada hari depan yang
indah menunggumu.

Oleh karena itu, bertahanlah dengan gigih.Janganlah menyerah! Aku mempunyai
sejumlah kejutan nyata bagimu. Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh
dunia tetapi kehilangan nyawanya? Apakah yang dapat diberikannya sebagai
ganti nyawanya?(Mat 16:26)
reva_gratia is offline   Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Forum Jump


Partner with : kartunama.info
Powered by vBulletin® Version 3.7.0
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.